Rico Waas Konfirmasi: Ramadhan Fair XX Hasilkan Transaksi UMKM hingga Rp 2,2 Miliar

Sebagai sebuah tradisi yang sudah berlangsung selama dua puluh tahun terakhir, Ramadhan Fair telah menjadi identitas yang tidak terpisahkan dari Kota Medan. Acara tahunan ini bukan hanya menjadi ajang kebersamaan masyarakat, tetapi juga menjadi medium untuk mengembangkan syiar keagamaan selama bulan suci Ramadhan. Demikian disampaikan oleh Rico Waas, yang didampingi oleh Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap.
Pesona Ramadhan Fair Kota Medan
Ramadhan Fair bukanlah sekedar acara tahunan biasa. Lebih dari itu, acara ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan antar masyarakat sekaligus sebagai sarana untuk mengembangkan syiar keagamaan di bulan suci Ramadhan. Hal ini juga ditegaskan oleh Rico Waas dalam pernyataannya.
Acara penutupan Ramadhan Fair juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting di Kota Medan. Antara lain Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Rajudin Sagala, dan Zulkarnaen; Sekretaris Daerah Kota Medan, Wiriya Al Rahman; unsur Forkopimda, serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan.
Salah satu keunggulan dari Ramadhan Fair adalah partisipasi aktif dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tahun ini tercatat sekitar 150 gerai kuliner dan puluhan stan kerajinan yang berlokasi di sekitar Masjid Raya Al-Mashun dan Taman Sri Deli.
Kontribusi Ramadhan Fair bagi Ekonomi Lokal
Ramadhan Fair tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya dan agama, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal. Pelaku UMKM yang terlibat dalam Ramadhan Fair menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Data yang dikumpulkan panitia menunjukkan bahwa total transaksi selama Ramadhan Fair berlangsung mencapai angka sekitar Rp2,2 miliar, dengan rata-rata penjualan mencapai Rp110 juta per hari. Antusiasme masyarakat terhadap acara ini juga terlihat dari jumlah pengunjung yang mencapai sekitar 2.000 orang setiap harinya.
Lebih dari Sekedar Bazar
Selain menjadi tempat untuk berbelanja berbagai produk kuliner dan UMKM, Ramadhan Fair juga menawarkan berbagai aktivitas yang bertujuan untuk memperkaya nilai spiritual masyarakat. Diantaranya adalah tausiyah, lomba-lomba Islami yang melibatkan anak-anak, hafalan surah pendek, hingga peringatan Nuzulul Qur’an.
Menjelang akhir bulan suci Ramadhan, Rico Waas mengajak masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai yang diperoleh selama Ramadhan sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai seperti kesabaran, kepedulian, kebersamaan, dan keikhlasan diharapkan dapat terus dipertahankan dalam kehidupan bermasyarakat dan dalam membangun Kota Medan yang dicintai.
Rico Waas berharap bahwa Ramadhan Fair tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi dapat terus berkembang sebagai ruang budaya, ruang ekonomi, sekaligus ruang kebersamaan masyarakat Kota Medan.