Stok Hewan Kurban di Sumut Aman Menjelang Idul Adha 2023

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi yang optimal. Dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, terungkap bahwa stok hewan kurban di Sumut dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini berfungsi untuk memberikan informasi terkini terkait ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat, terutama dalam menyambut perayaan yang penting ini.
Stok Hewan Kurban di Sumut: Cukup dan Terjamin
Pemerintah Provinsi Sumut, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, telah memastikan bahwa stok hewan kurban menjelang Idul Adha dalam keadaan baik dan cukup. Menurut data yang dipaparkan oleh Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Yusfahri Perangin-Angin, saat ini terdapat sekitar 748.000 ekor hewan kurban yang siap untuk didistribusikan. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat yang diperkirakan berkisar antara 2.500 hingga 5.000 ekor.
“Dengan jumlah tersebut, kami yakin dapat memenuhi permintaan masyarakat dengan baik,” jelas Yusfahri. Di samping itu, Sumut juga berperan sebagai pemasok hewan kurban ke provinsi lain seperti Sumatera Barat dan Riau. Hal ini menunjukkan bahwa Sumut tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal, tetapi juga berkontribusi dalam penyediaan hewan kurban secara regional.
Program Bantuan Sapi Kurban dari Presiden
Khusus untuk Idul Adha tahun ini, pemerintah pusat melalui program bantuan masyarakat akan menyalurkan 34 ekor sapi kurban di Sumut. Sebanyak 33 ekor sapi akan didistribusikan kepada masing-masing kabupaten dan kota, sementara satu ekor lainnya akan diberikan untuk Pemprov Sumut. Sapi-sapi yang disalurkan memiliki bobot yang cukup besar, berkisar antara 800 kilogram hingga 1 ton, dan semuanya berasal dari peternak lokal di Sumut.
Persiapan Peternak untuk Ketersediaan Sapi Besar
Dalam dua tahun terakhir, para peternak di wilayah Sumut telah melakukan upaya serius untuk meningkatkan ketersediaan sapi kurban berukuran besar. Meskipun demikian, Yusfahri mencatat bahwa tidak semua daerah dapat menyediakan sapi dalam ukuran yang diinginkan, sehingga sistem distribusi masih dilakukan dengan pendekatan subsidi silang. Beberapa wilayah seperti Nias, Tapanuli, dan Sibolga masih mendapatkan pasokan dari daerah lain seperti Simalungun, Langkat, dan Binjai.
“Kami terus berupaya untuk meningkatkan produksi sapi kurban agar dapat memenuhi kebutuhan semua daerah di Sumut,” tambahnya. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa setiap wilayah mendapatkan akses yang memadai ke hewan kurban yang berkualitas.
Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban
Pemerintah Provinsi Sumut juga mengedepankan pengawasan kesehatan hewan kurban. Penting bagi hewan yang akan dikurbankan untuk dipastikan dalam keadaan sehat, tidak cacat, dan bebas dari penyakit. Selain itu, hewan juga harus memenuhi syarat usia, yaitu sapi minimal berusia dua tahun dan kambing minimal satu tahun. Hal ini sesuai dengan syariat Islam yang mengatur mengenai hewan kurban.
“Kami mendorong agar pemotongan hewan kurban mengikuti prosedur yang benar, dan sebaiknya dilakukan oleh juru sembelih yang telah bersertifikat. Kami merekomendasikan agar penyembelihan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) untuk memastikan kebersihan dan kehalalan prosesnya,” ungkap Yusfahri.
Standar Penyembelihan dan Sosialisasi
Meski banyak masyarakat yang lebih memilih melakukan penyembelihan hewan kurban di masjid atau lapangan terbuka, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kabupaten dan kota. Surat tersebut berisi sosialisasi mengenai standar dan prosedur pemotongan hewan kurban yang baik dan benar, demi menjaga kualitas dan keamanan pangan.
Kami akan terus melakukan pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban serta proses penyembelihan yang dilakukan. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan bahwa hewan yang dikurbankan memenuhi standar higienis, bersih, dan halal, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman,” pungkas Yusfahri.
Kesimpulan
Dengan berbagai langkah yang diambil oleh pemerintah dan para peternak, stok hewan kurban di Sumut menjelang Idul Adha 2023 dipastikan aman dan terjamin. Kesiapan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga memberikan kontribusi bagi provinsi lain. Pengawasan kesehatan hewan dan pemotongan yang sesuai prosedur juga menjadi prioritas untuk menjaga kualitas hewan kurban. Sehingga, masyarakat dapat merayakan Idul Adha dengan penuh keyakinan dan keikhlasan.


