Korban Longsor Sembahe Telah Ditemukan, Operasi SAR Resmi Berakhir

Setelah pencarian yang intensif dan penuh tantangan, Tim Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan mengonfirmasi bahwa semua korban tanah longsor di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, telah berhasil ditemukan pada Rabu, 8 April 2026. Kejadian tragis ini telah menimbulkan rasa duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat, namun upaya tim SAR telah menunjukkan dedikasi dan profesionalisme yang tinggi.
Penutupan Operasi Pencarian
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian resmi dinyatakan berakhir. Tidak ada laporan tambahan mengenai korban yang hilang, menandakan bahwa upaya pencarian telah sepenuhnya berhasil.
Proses Pencarian yang Terorganisir
Tim Rescue dari Kantor SAR Medan bergerak dengan cepat, melakukan koordinasi lintas instansi dan mendirikan posko sebagai pusat kendali operasi. Keberadaan posko ini sangat penting untuk memastikan komunikasi dan pengambilan keputusan yang efektif selama proses pencarian berlangsung.
Langkah Awal di Lokasi Kejadian
Pada pukul 03.15 WIB, tim melaksanakan penilaian awal di lokasi bencana. Mereka segera melanjutkan dengan pencarian menggunakan metode line hail, yaitu penyapuan satu arah di area seluas sekitar 500 meter persegi. Metode ini terbukti efektif dalam membantu tim menemukan korban yang tertimbun.
Penemuan Korban Pertama
Pada pukul 04.08 WIB, korban pertama, yang diketahui bernama RS (14), ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Proses evakuasi pun segera dilakukan, dan jenazahnya dibawa ke RS Pancur Batu, Deli Serdang untuk penanganan lebih lanjut.
Penemuan Korban Lainnya
Setelah penemuan RS, pencarian dilanjutkan dan secara berurutan tim berhasil menemukan korban lain. BS (48) ditemukan pada pukul 06.15 WIB, diikuti oleh RG (48) pada pukul 06.40 WIB, dan JG (49) pada pukul 06.48 WIB. Semua jenazah korban dievakuasi ke rumah sakit yang sama untuk memastikan penanganan medis yang tepat.
Assessment Lanjutan dan Verifikasi Data
Memasuki pukul 07.00 WIB, tim gabungan SAR kembali melakukan penilaian lanjutan untuk memastikan tidak adanya korban lain yang masih tertimbun. Proses ini juga mencakup verifikasi data mengenai para korban yang dilaporkan hilang.
Data Korban yang Terhimpun
Dari data yang berhasil dihimpun, total korban dalam insiden ini mencapai enam orang. Dari enam korban tersebut, satu orang selamat, yakni ST (70), sementara lima lainnya dinyatakan meninggal dunia, yaitu G (39), RS (14), BS (48), JG (49), dan RG (48).
Kendala yang Dihadapi Tim SAR
Selama pelaksanaan operasi, tim SAR menemui berbagai kendala, terutama dalam hal akses menuju lokasi bencana. Kemacetan dan kondisi jalan yang licin akibat material longsor menjadi tantangan yang signifikan, sehingga memperlambat mobilisasi personel dan peralatan.
Pernyataan Kepala Kantor SAR Medan
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, S.H., M.Si., yang juga bertindak sebagai Search Mission Coordinator (SMC), menegaskan bahwa seluruh proses pencarian dilakukan dengan maksimal. Keselamatan tim tetap menjadi prioritas utama selama operasi berlangsung.
Optimalisasi Pencarian di Hari Kedua
Dalam upaya mengoptimalkan pencarian pada hari kedua, tim dibagi menjadi dua Satuan Rescuer Unit (SRU). Satu tim fokus pada penyisiran manual menggunakan metode line hail, sementara tim lainnya menggunakan alat berat untuk membuka akses dan mengangkat material longsoran. Meskipun menghadapi medan yang berat dan licin, seluruh unsur SAR berkomitmen untuk bekerja keras hingga semua korban berhasil ditemukan.
Dengan ditemukannya semua korban dan tidak adanya laporan tambahan mengenai orang hilang, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai. Semua personel SAR gabungan kemudian diinstruksikan untuk kembali ke satuan masing-masing, menandai akhir dari misi pencarian yang penuh tantangan ini.


